Saya masih menjumpai mahasiswa calon guru yang mengalami kerancuan dalam memahami evaluasi pembelajaran. Terlebih saat dihadapkan dengan istilah serupa, seperti asesmen, penilaian dan pengukuran. Saat ditanyai tentang hal itu, mereka cenderung memberikan jawaban dengan makna yang tumpang tindih.
Misalnya,
evaluasi dianggap sebagai serangkaian kegiatan untuk menguji kemampuan siswa,
sedangkan asesmen dianggap sebagai kegiatan memberikan nilai pada siswa.
Bahkan, beberapa ada yang menyamakan pengertian keduanya.
Saat saya
tanyakan secara lebih dalam tentang evaluasi pembelajaran serta kaitannya
dengan asesmen berikut dengan pengukurannya, mereka masih tampak kesulitan
untuk memberikan batasan pengertian yang tegas.
Padahal, pemahaman
yang baik tentang ketiganya akan dapat membantu guru merancang pembelajaran yang
bermakna bagi siswa.
***
Pengertian Evaluasi dan Asesmen Pembelajaran
Pembelajaran
adalah suatu rangkaian kegiatan yang dirancang oleh seorang guru untuk memunculkan
tindak belajar pada siswa yang mengarah pada tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam
hal ini, setiap guru profesional memerlukan data untuk memperoleh gambaran yang
jelas tentang keefektifan rancangan pembelajaran yang telah disusun. Disisi
lain, untuk mengetahui ketercapaian pembelajaran, mereka juga memerlukan data sebagai
bahan analisis guna diinterpretasikan sebagai hasil belajar siswa.
Dengan
demikian, dalam setiap pembelajaran, diperlukan adanya dua data untuk mengetahui
ketercapaian dari keseluruhan kegiatan yang telah dirancang dan dijalankan. Data
yang pertama untuk mengetahui keefektifan rancangan pembelajaran. Sedangkan, data
yang kedua untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
Serangkaian
kegiatan untuk memperoleh data, menganalisis, dan meginterpretasikannya guna memutuskan
keefektifan seluruh rangkaian pembelajaran selanjutnya disebut sebagai evaluasi
pembelajaran. Sedangkan, serangkaian kegiatan untuk memperoleh data,
menganalisis, dan meginterpretasikannya guna memutuskan ketercapaian tujuan
pembelajaran disebut sebagai asesmen pembelajaran atau penilaian.
***
Pengertian Pengukuran
Pengumpulan
data yang berkaitan dengan evaluasi dan asesmen pembelajaran dapat diperoleh
melalui pengukuran. Dalam tulisan ini, saya bawakan salah satu definisi yang disusun
oleh tokoh pengukuran (measurement) yakni Steven’s (1946) bahwa
pengukuran adalah pemberian angka pada objek atau peristiwa sesuai dengan
aturan yang berlaku. Dalam hal ini, pengukuran dapat dimaknai sebagai kuantifikasi
variabel pembelajaran atau proses penyematan data kuantitatif pada variabel
pembelajaran yang ingin diukur.
Pengukuran
memerlukan teknik dan instrumen. Teknik pengukuran dapat berupa tes dan non
tes. Tes, sebagaimana didefinisikan oleh Adom et. al. (2020) adalah seperangkat
alat yang dirancang untuk mengukur kualitas, kemampuan, keterampilan, atau
pengetahuan sampel terhadap standar tertentu, yang biasanya dapat dianggap
dapat diterima atau tidak.
Sementara
itu, tes memiliki berbagai jenis, yakni tes kemajuan belajar, tes sumatif, tes
formatif, tes penempatan (placement test), tes diagnostik, tes kecakapan
(proficiency test), tes prestasi, tes objektif, dan tes subjektif. Sedangkan,
teknik pengukuran menggunakan non tes dapat melalui interviu, inventori, dan
skala rating.
Teknik pengukuran,
baik berupa tes maupun non tes, memerlukan sebuah instrumen untuk memastikan
bahwa pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur yang disusun secara
sistematis dan dianalisis sesuai dengan prosedur tertentu untuk memenuhi
kriteria valid dan reliabel. (untuk memberikan kemudahan atas pemahaman
evaluasi dan asesmen, maka telaah lebih jauh tentang pengukuran akan saya tuliskan
dalam artikel selanjutnya).
***
Dengan
demikian, telah jelas bahwa evaluasi dan asesmen adalah dua tindakan yang berbeda.
Evaluasi adalah proses yang diarahkan untuk memperoleh data, menganalisisnya, dan
menginterpretasikannya guna mengetahui sejauh mana keefektifan pembelajaran. Sedangkan, asesmen adalah proses yang diarahkan untuk memperoleh data,
menganalisisnya, dan menginterpretasikannya guna mengetahui sejauh mana siswa
berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Sehingga, keduanya membutuhkan dukungan data yang
mana dapat diperoleh melalui pengukuran baik melalui tes maupun non
tes.
Daftar Rujukan
Stevens, S.S. 1946. On the Theory of Scale of Measuremet. Science, New Series. 103(2684).
Adom, Dickson, Jephtar Adu Mensah, Dennis Atsu Dake. 2020. Test, measurement, and evaluation: Understanding and use of the concepts in education. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE). 9(1), 109-119.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar