Teori Sosial Kognisi: Pengantar Singkat

 


Teori sosial kognisi dikembangkan oleh Albert Bandura atas kritiknya terhadap aliran behaviorisme yang menempatkan tindakan manusia secara pasif di dalam pengaruh lingkungannya. Pada awalnya, teori sosial kognisi dikenal dengan sebutan teori belajar sosial. Berbeda dengan aliran behaviorisme, teori sosial kognisi memandang manusia sebagai pelaku aktif atas tindakannya baik untuk mempengaruhi maupun dipengaruhi oleh lingkungannya.

 

Teori sosial kognisi memberikan banyak penjelasan tentang proses kognitif seperti konsepsi, penilaian, dan motivasi pada perilaku individu dan pada lingkungan yang mempengaruhinya. Mengenai hal itu, Schunk (2012) menjelaskan bahwa daripada secara pasif menyerap pengetahuan dari lingkungan, teori sosial kognisi berpendapat bahwa orang secara aktif mempengaruhi pembelajaran mereka dengan menafsirkan hasil dari tindakan mereka, yang pada gilirannya, mempengaruhi lingkungan dan faktor pribadi mereka, menginformasikan dan mengubah perilaku selanjutnya. Sementara itu, Nickerson (2022) menjelaskan bahwa dengan memasukkan proses berpikir dalam psikologi manusia, teori sosial kognisi mampu menghindari asumsi yang dibuat oleh behaviorisme bahwa semua perilaku manusia dipelajari melalui trial and error. Sebaliknya, Bandura menyoroti peran pembelajaran observasional dan imitasi dalam perilaku manusia.

 

Setidaknya ada 3 kata kunci untuk dapat memahami substansi dari teori sosial kognisi secara baik, yaitu triadic reciprocal causation, human agency, dan self-efficacy. Dalam teori sosial kognisi dijelaskan bahwa model sebab akibat melibatkan penentu terjadinya triadic reciprocal causation atau hubungan timbal balik dari 3 faktor yakni timbal balik perilaku (B), kognisi atau faktor pribadi lainnya (P), dan pengaruh lingkungan (E) yang kesemuanya beroperasi sebagai penentu yang berinteraksi mempengaruhi satu sama lain. Hubungan timbal balik di antara ketiganya tidak selalu terjadi secara simultan. Mungkin salah satu faktor lebih kuat daripada yang lain, atau juga mungkin tidak terjadi pengaruh timbal balik yang terjadi secara bersamaan.

 

Bandura (1986) menjelaskan bahwa model triadic reciprocal causation dapat menguaraikan bagaimana hubungan sebab akibat timbal balik antara faktor personal, perilaku, dan lingkungan. Faktor personal seperti interaksi antara pikiran, harapan, keyakinan, persepsi diri, tujuan, dan niat dapat memberi bentuk dan arah ke perilaku. Perilaku tersebut pada gilirannya dapat pula memberikan umpan balik untuk struktur personalnya, dengan kata lain juga turut berdampak memperkuat, melemahkan, maupun mengubah faktor personal. Pada sisi yang sama, faktor personal juga dibentuk oleh lingkungan sosial dimana orang tersebut melangsungkan aktivitasnya dan juga dimungkinkan mempengaruhi lingkungannya melalui perilaku yang diwujudkan.

 

Dalam triadic reciprocal causation itulah kemudian memunculkan konsep utama lainnya yakni human agency dan self-efficacy. Human agency adalah kapasitas seseorang untuk melakukan kontrol atas proses berpikir, motivasi, dan tindakan yang ditentukan sendiri untuk mempengaruhi perubahan dalam diri mereka sendiri ataupun situasi lingkungan dimana mereka berada. Analisis yang dilakukan di dalam konsep human agency selanjutnya memunculkan 4 hal yang berperan penting dalam diri seseorang, yaitu kognisi, vikarius, refleksi diri dan proses regulasi diri. Bandura (1989) selanjutnya menjelaskan bahwa di antara mekanisme agensi pribadi, tidak ada yang lebih sentral daripada keyakinan orang tentang kemampuan mereka untuk melakukan kontrol atas peristiwa yang memengaruhi kehidupan mereka. Keyakinan self-efficacy berfungsi sebagai satu set penting penentu proksimal motivasi, pengaruh, dan tindakan manusia. Hal itu beroperasi pada tindakan melalui proses intervensi motivasi, kognitif, dan afektif.

 

Daftar Rujukan

Bandura, A. 1986. Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall, Inc.

Bandura, A. 1989. Human Agency in Social Cognitive Theory. American Psychologist, 44(9), 1175–1184.

Nickerson, C. (2022, May 05). Social Cognitive Theory: How We Learn From the Behavior of Others. Simply Psychology. www.simplypsychology.org/social-cognitive-theory.html.

Schunk, D. H. (2012). Social cognitive theory. In K. R. Harris, S. Graham, T. Urdan, C. B. McCormick, G. M. Sinatra, & J. Sweller (Eds.), APA educational psychology handbook, Vol. 1. Theories, constructs, and critical issues (pp. 101–123). American Psychological Association.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Pilihan

Memahami Classroom Emotional Climate (Iklim Emosional Kelas)

  Beberapa penulis telah menyelidiki aspek lingkungan belajar di berbagai sistem pendidikan. Mereka menyelidikinya dengan beragam perspektif...

Artikel Populer